PENDAPATAN PEKERJA DI INDONESIA  

PENDAPATAN PEKERJA DI INDONESIA

Dalam sebuah perjanjian kerja, pengusaha dan pekerja merupakan subjek hukum yang terikat hubungan kerja dan memiliki hak dan kewajiban masingmasing. Salah satu hak pekerja yang wajib diberikan oleh pengusaha adalah gaji.

Gaji adalah pembayaran secara periodik atau berkala sebagai balas jasa atas prestasi kerja yang harus dapat memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya secara layak, sehingga ia dapat memusatkan perhatiannya dan kegiatannya untuk melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya.

Gaji atau kadang disebut sebagai upah bisa dibilang bentuk pengeluaran oleh pihak pengusaha untuk mendapatkan sumber daya manusia. Besaran gaji pun bergantung kepada ketentuan dari pengusaha atau perusahaan maupun negosiasi dari karyawan sendiri. Sebagai bukti pemberian gaji atau upah, pekerjaakan menerima slip gaji yang berisi detail-detail penerimaan.

Nominal yang diberikan dalam bentuk gaji juga bermacam-macam. Tergantung dari nilai karyawan tersebut, kinerjanya, dan juga peran pentingnya dalam memajukan perusahaan.

Jika karyawan tersebut tidak memiliki peranan penting dalam karyawan maka gajinya akan biasa saja, sedangkan bagi karyawan yang mempunyai peranan penting bagi perusahaan akan memiliki gaji yang tinggi.

  1. Fungsi Gaji

Gaji juga memiliki fungsinya sendiri. Dalam fungsinya ini, atasan atau bos tidak bisa mengatur nominalnya suka-suka. Tapi harus dengan value setiap karyawan yang bekerja di perusahaannya. Berikut fungsinya:

 Fungsi gaji untuk menarik seorang pekerja yang mempunyai skil keahlian

tertentu ke dalam suatu organisasi.

 Selain itu, gaji juga berfungsi untuk mendorong karyawan supaya semakin

giat dan semakin menunjukan prestasi yang tinggi.

 Fungsi gaji untuk membangun prestasi pekerja selama mesa priode yang

panjang.

Pada dasarnya gaji ini untuk memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu yang ia kerjakan dalam bentuk nominal yang sudah ditentukan sesuai dengan apa yang dikerjakan

Selain memiliki fungsi yang penting bagi perusahaan, gaji juga memiliki peranan yang tidak kalah penting. Jadi, peranan gaji itu dapat ditinjau dari dua pihak, yaitu:

Aspek Pemberi Kerja

Gaji merupakan unsur pokok dalam menghitung biaya produksi dan komponen dalam menentukan harga pokok yang dapat menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Apabila suatu perusahaan memberikan gaji terlalu tinggi, akan mengakibatkan harga pokok tinggi pula dan bila gaji yang diberikan terlalu rendah akan mengakibatkan perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja.

Aspek penerima kerja

Gaji merupakan penghasilan yang diterima oleh seseorang dan digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Gaji bukanlah merupakan satu – satunya motivasi karyawan dalam berprestasi, tetapi gaji merupakan salah satu motivasi penting yang ikut mendorong karyawan untuk berprestasi.

Sehingga tinggi rendahnya gaji yang diberikan akan mempengaruhi kinerja dan kesetiaan karyawan.

  1. Bentuk-bentuk Gaji

Nah, sekarang kita beralih ke bentuk-bentuknya. Jadi gaji itu mempunyai bentukbentuknya sesuai dengan kriterianya;

Pokok

Besarnya gaji yang diberikan kepada karyawan sesuai dengan jabatan dan jasa yang diberikan pada perusahaan. Serta telah ditetapkan gaji pokok minimum pada waktu karyawan tersebut pertama kali bekerja.

Insentif

Bentuk penggajian ini memiliki dua jenis, yaitu uang makan dan transport, dan satu lagi ada uang lembur, berikut penjelasannya:

Uang Makan dan Transport

Merupakan tambahan yang akan diterima karyawan selain dari gaji pokoknya dan dihitung berdasarkan dari tingkat dan jabatannya sesuai dengan keahliannya. Dengan cara perhitungan perhari namun diberikan pada setiap menerima gaji.

Uang Lembur

Nominal dalam uang lembur akan berbeda-beda setiap perusahaan. Karena perusahaan mempunyai nominalnya sendiri setiap jamnya. Tetapi dalam penentuan lembur juga sudah diatur dalam undang-undang.

Tunjangan

Tunjangan diberikan kepada setiap karyawan berdasarkan kebutuhannya dan biasanya diberikan sebesar satu bulan gaji karyawan.

Bonus Tahunan

Merupakan bonus yang diberikan kepada karyawan dalam setahun jika perusahaan dalam posisi laba atau untung, yaitu setiap bulan desember, dan besarnya bonus yang diberikan sesuai dengan prestasi kerja setiap karyawan.

  1. Tujuan Penggajian

Setelah itu, gaji juga memiliki tujuan. Berikut adalah tujuan dari penggajian:

Ikatan kerja sama

Dengan pemberian gaji terjalinlah ikatan kerja sama formal antara majikan dengan karyawan. Karyawan harus mengerjakan tugas – tugasnya dengan baik, sedangkan pengusaha atau majikan wajib membayar gaji sesuai dengan perjanjian yang disepakati.

Kepuasan kerja

Dengan balas jasa, karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan – kebutuhan fisik, status sosial, dan egoistiknya sehingga memperoleh kepuasan kerja dari jabatannya.

Pengadaan efektif

Jika program gaji ditetapkan cukup besar, pengadaan karyawan yang qualified untuk perusahaan akan lebih mudah.

Motivasi

Jika balas jasa yang diberikan cukup besar, manajer akan mudah memotivasi bawahannya.

Stabilitas karyawan

Dengan program kompensasi atas prinsip adil dan layak serta eksternal konsistensi yang kompentatif maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena turnover relatif kecil.

Disiplin

Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin karyawan semakin baik. Karyawan akan menyadari serta mentaati peraturan – peraturan yang berlaku.

Pengaruh serikat buruh

Dengan program kompensasi yang baik pengaruh serikat buruh dapat dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.

Setiap negara memiliki sistem gaji tersendiri, tidak terkecuali di Indonesia. Nah, di Indonesia, ketentuan sistem penggajian diatur oleh Undang-undang Ketenagakerjaan. Secara umum, besaran gaji diukur berdasarkan hal-hal berikut ini.

 Golongan (istilah ini biasanya berlaku pada pegawai negeri sipil).

 Jabatan.

 Masa kerja.

 Pendidikan.

 Kompetensi atau skill. Sistem Gaji di Indonesia

Meski faktor besaran gaji ditentukan oleh kelima golongan di atas, namun ada pula aturan pelengkapnya. Pada dasarnya, aturan ini ditujukan sebagai pemerataan.

Berikut beberapa pola dasar perhitungan gaji yang perlu kita ketahui, selain meramu faktor-faktor yang sudah disebutkan sebelumnya.

 Gaji mencerminkan nilai tugas atau beban pekerjaan kita.

 Bila produktivitas kerja meningkat, maka gaji berpotensi naik.

 Meski demikian, peningkatan gaji juga tidak bersifat permanen. Umumnya

ada periode khusus yang sengaja dimanfaatkan untuk menaikkan gaji

pegawai.

Di Indonesia sendiri, sistem penggajian dilakukan dengan tiga metode. Dengan catatan sambil mempertimbangkan faktor-faktor yang disebutkan tadi.

  1. Sistem penggajian skala tunggal

Sistem penggajian model ini dilakukan berdasarkan pangkat atau jabatan tanpa mempertimbangkan tanggung jawab kerja. Jadi, kita dan orang lain yang sepangkat atau sejabatan, memiliki kisaran gaji yang tidak jauh berbeda. 2. Sistem penggajian skala ganda

Dengan metode ini, karyawan akan digaji berdasarkan pertimbangan jenis pekerjaan, tanggung jawab, dan prestasi yang diraih. Cukup fair, bukan?

  1. Sistem penggajian campuran

Sistem penggajian campuran ini adalah metode yang banyak diadopsi oleh perusahaan di Indonesia. Sistem penggajian ini juga ditegaskan dalam Undangundang Nomor 43 Tahun 1999 dan PP No. 6 Tahun 2008.

Setiap perusahaan biasanya memiliki cara dan perhitungan sendiri dalam masalah penggajian karyawan. Hal ini yang menyebabkan adanya perbedaan yang diberlakukan oleh Perusahaan mengenai kebijakan sistem penggajian karyawan. Perbedaan ini menyesuaikan pada kemampuan dan bentuk perusahaan. Banyak faktor yang menyebabkan perbedaan ini tergantung pada struktur organisasi perusahaan, kemampuan dan kesehatan finansial perusahaan, sistem UMR yang diberlakukan di perusahaan, perbandingan bobot pekerjaan antar jabatan, dan masih banyak lagi faktor yang menjadi pertimbangan. Peraturan Sistem Penggajian yang Berlaku di Indonesia

Ada beberapa aturan pemerintah yang mengatur sistem penggajian karyawan di Indonesia. Hal ini diberlakukan untuk melindungi segenap warga Negara Indonesia agar sesuai kelayakan. Dapat kita ketahui bahwa banyak sekali perusahaan asing yang masuk ke Indonesia. Sehingga harus diatur secara tegas mengenai peraturan penggajiannya.

Berikut ini garis besar peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan:

  1. Upah wajib dibayarkan kepada Pekerja/buruh yang bersangkutan (Pasal 17 ayat 1). 2. Pengusaha wajib memberikan bukti pembayaran upah yang memuat rincian upah yang diterima oleh pekerja/buruh pada saat upah dibayarkan (pasal 17 ayat 2). 3. Pengusaha wajib membayar upah pada waktu yang telah diperjanjikan antara pengusaha dengan pekerja/buruh (pasal 18). 4. Pembayaran upah harus dilakukan dengan mata uang rupiah Negara Republik Indonesia (pasal 21). 5. Dalam hal upah dibayarkan melalui bank, maka upah harus sudah dapat diluangkan oleh pekerja/buruh pada tanggal pembayaran upah yang disepakati kedua belah pihak..

Sistem Penggajian Karyawan

Dalam sistem penggajian karyawan, biasanya perusahaan memiliki sistem perhitungan sendiri dengan menggunakan excel ataupun software yang bisa didapatkan di berbagai situs online. Berikut ini akan dijelaskan secara umum sistem penggajian karyawan.

  1. Bagian HRD menerima data kehadiran yang sudah valid untuk kemudian

diproses dalam penggajian per orang.

  1. Menghitung bagian pajak PPh 21 berdasarkan status jabatan maupun status

keluarga.

  1. Kemudian menerima rekapan revisi perhitungan pajak gaji dari bagian

pajak, lalu membuat slip gaji dan daftar gaji ke seluruh karyawan.

  1. Di evaluasi oleh departemen atau divisi keuangan.
  2. Jika tidak ada evaluasi atau kesalahan, membuat cek tunai sebesar jumlah

gaji seluruh karyawan lalu menyerahkannya kepada pimpinan perusahaan.

  1. Cek tunai/bilyet kemudian ditransfer ke bank mitra untuk kemudian di

transfer ke rekening masing-masing karyawan.

Semua proses ini dilakukan oleh bagian HRD sebuah perusahaan.

SOP – Standar Operasional Prosedur pembayaran gaji karyawan dan pegawai adalah pedoman tata cara yang digunakan oleh perusahaan dalam pengeluaran kas untuk membayar gaji karyawan serta pegawainya. Berikut ini SOP dalam pembayaran Gaji Karyawan :

  1. Data karyawan

Pada bagian ini berisi data karyawan antara lain:

 Semua data penerimaan pegawai, perubahan gaji dan pemberhentian

karyawan.  Mutasi karyawan, siapa pejabat perusahaan yang memberikan otorisasi.

  1. Data kinerja karyawan:

Di bagian data kinerja karyawan, dokumen pendukung dikeluarkan oleh bagian SDM terdiri dari:

 Pekerjaan dan tanggung jawab karyawan  Absensi karyawan  Bila terdapat pembayaran upah atas dasar hasil kerja, maka harus ada

catatan hasil kerja dan pengawasan. Dicocokkan hasil kerja produksi

sebenarnya sebelum dibayar.  Total jam kerja setiap karyawan yang telah disetujui oleh staf tertentu.  Lembur kerja karyawan terlebih dahulu harus disetujui oleh pejabat

perusahaan yang berwenang.  Pengumpulan data gaji/upah, perincian masing-masing perhitungan dan

total gaji diperiksa kembali oleh pegawai lain sebelum dibayar.

 Atas gaji tersebut sudah diperhitungkan PPh 21 yang sesuai dengan

peraturan pemerintah (UU perpajakan)

  1. Proses pembayaran gaji/upah:

Proses pembayaran gaji karyawan dan pegawai adalah tugas departemen penggajian.

Prosedur penggajian dan pengupahan adalah sebagai berikut:

A: Bila dibayar berupa uang tunai:

 Harus dibuatkan tanda terima  Tanda tangan kemudian dicocokkan dengan contoh pada arsip

kepegawaian oleh orang yang tidak mempersiapkan atau membayar

gaji/upah.  Pembayar gaji/upah kalau bisa orangnya bergantian.  Pembayar gaji/upah TERPISAH dari yang mempersiapkan perhitungan.

B: Bila semua atau sebagian gaji pegawai dengan cek (cheque):

 Setiap cek (cheque) ditandatangani oleh orang-orang yang tidak

menyiapkan gaji/upah, menyiapkan cek (cheque), dan membukukan gaji

dan upah.  Cek (cheque) yang batal dimusnahkan atau disimpan.  Buku cek (cheque) hanya dipegang oleh petugas bagian keuangan yang

menyiapkan cek (cheque).  Rekening bank untuk gaji direkonsiliasi setiap akhir bulan, caranya pelajari di rekonsiliasi bank.  Rekonsiliasi bank dilakukan oleh orang lain yang tidak menyiapkan dan membayar gaji dan upah, biasanya bagian internal auditor.  Rekening koran dikirimkan langsung.  Bila paid cheque dikembalikan oleh bank kepada perusahaan maka diperiksa kembali nama dan jumlah yang tertera pada cek (cheque) dicocokan dengan daftar gaji.  Kemudian perhatikan tanda tangan pengambilan uang pada paid cek (cheque) yang dikembalikan tersebut.

C: Bila pembayaran dilakukan dengan pemindahbukuan ke rekening bank pegawai, maka:

 Perintah pemindahbukuan tersebut ditandatangani oleh orang yang terpisah dari: yang mempersiapkan daftar gaji/upah, yang mempersiapkan cek gaji/upah, dan yang mencatat/pembukuan gaji/upah.  Pegawai diberi informasi tentang pembayaran kepada mereka.

D.Pembayaran dilakukan dengan metode Payroll

payroll merupakan sistem administrasi penggajian atau cara hitung gaji karyawan pada sebuah perusahaan. Sistem payroll memudahkan pekerjaan rutin staf HRD setiap bulannya dalam menghitung gaji yang harus dibayarkan dan dihitung berdasarkan gaji pokok, tunjangan transport, uang makan, dan uang lembur.

Proses hitung gaji karyawan secara manual tentu saja akan menghabiskan banyak waktu, terlebih jika perusahaan memiliki ratusan hingga ribuan karyawan. Oleh karena itu, dengan adanya sistem payroll proses hitung gaji karyawan akan lebih mudah dan praktis.

Dengan adanya sistem payroll berbasis aplikasi, maka dapat memudahkan HRD dalam melihat performa karyawan dalam satu bulan. Aplikasi payroll biasanya juga akan terintegrasi dengan sistem absensi dan cuti karyawan, sehingga setiap karyawan akan secara otomatis mendapat potongan gaji apabila tidak masuk kerja. Proses hitung gaji karyawan akan dilakukan secara otomatis menggunakan aplikasi ini. Baik itu gaji pokok, tunjangan kerja, bonus, uang makan, uang transportasi, dan lain sebagainya.

Selain dapat menghemat waktu dalam proses hitung gaji karyawan, sistem payroll juga memungkinkan perusahaan untuk lebih menghemat anggaran untuk gaji staf HRD. Bagaimana tidak? Untuk menghitung gaji 100 pegawai dalam satu hari misalnya, akan membutuhkan jumlah staf HRD 3 hingga 5 orang. Dengan adanya sistem payroll gaji, maka perusahaan hanya akan membutuhkan 1 sampai 2 orang staf HRD saja.

Sistem payroll memiliki peranan yang penting dalam operasional bisnis sebuah perusahaan karena gaji atau upah yang dibayarkan kepada karyawan harus adil dan tepat waktu. Dengan demikian, para karyawan akan merasa nyaman dalam bekerja, dan kinerja mereka terjaga dengan baik.

Oleh karena itu, para pemimpin perusahaan di setiap skala bisnis harus mempertimbangkan pembayaran menggunakan sistem payroll. Tetapi sebelum menerapkan payroll, Anda terlebih dahulu harus memahami halhal penting yang jadi pertimbangan penghitungan gaji karyawan dan memasukkannya ke dalam sistem payroll.

5 Hal Penting dalam Sistem Payroll Indonesia :

  1. Upah Dasar Karyawan

Upah dasar atau sering juga disebut sebagai gaji pokok merupakan besaran uang yang diterima sepenuhnya oleh karyawan sebagai bayaran untuk waktu dan kinerja yang mereka berikan untuk perusahaan. Nominal dari upah dasar biasanya disepakati di tengah proses perekrutan karyawan.

Penghitungan gaji pokok mengacu kepada jam kerja di Indonesia yaitu 40 jam per minggu, atau delapan jam per hari. Di Indonesia, kita juga mengenal istilah UMK (upah minimum Kota) dan UMP (upah minimum provinsi). UMK dan UMP merupakan nominal upah bulanan terendah dan terdiri dari tunjangan tetap yang telah ditetapkan oleh gubernur di setiap daerah. UMK atau UMP merupakan patokan para pencari kerja untuk mendapatkan gaji. Perusahaan dan calon karyawan harus mengetahui besaran UMK dan UMP di kota mereka untuk melakukan negosiasi gaji. b. Insentif

Selain gaji pokok, kita juga mengenal istilah insentif. Insentif merupakan

upah tambahan yang diberikan oleh karyawan diluar gaji pokok sebagai

bentuk penghargaan terhadap kinerja karyawan. Patokan dari insentif yang

diberikan biasanya disesuaikan dengan performa karyawan dan persentase

pemenuhan target dari pekerjaannya. Upah lembur juga termasuk ke dalam

insentif.

  1. Jaminan Perlindungan Sosial Di Indonesia, perusahaan juga wajib memberikan jaminan perlindungan sosial kepada karyawan selama karyawan tersebut terdaftar sebagai pegawai di perusahaan tersebut. Ada banyak ragam perlindungan sosial dan asuransi jiwa termasuk di dalamnya.
  2. Laporan pajak Selain membayarkan gaji dan insentif, perusahaan juga harus memperhitungkan pajak setiap karyawan dan melaporkannya kepada negara. Ada dua jenis laporan pajak yang wajib ditunaikan oleh perusahaan yaitu Pajak Penghasilan Badan (PPh 25) dan Pajak Penghasilan Individu (PPh 21). e. Peraturan Cuti Perusahaan juga harus melakukan pembayaran gaji setiap bulannya kepada karyawan dengan memperhitungkan cuti yang diambil oleh karyawan. Setiap tahun, seorang karyawan memiliki jatah cuti tahunan sebanyak 12 hari, serta cuti hamil bagi karyawannya yang mengandung. Apabila karyawan mengambil cuti di luar jatah cuti tersebut, maka harus diperhitungkan ke dalam pembayaran gaji karyawan.

Menghitung gaji karyawan sebuah perusahaan membutuhkan banyak waktu jika dilakukan secara manual. Oleh karena itu sistem payroll hadir untuk memudahkan pekerjaan HRD dalam menghitung gaji.

Selain memudahkan, payroll juga mempercepat pekerjaan dan menghemat biaya gaji HRD sehingga tidak memerlukan karyawan yang banyak

Proses penggajian karyawan akan berat jika dilakukan secara manual. Hal ini tidak menjadi masalah jika Anda memiliki sedikit karyawan. Namun, jika jumlah karyawan Anda bertambah maka Anda bisa mengalami kesulitan.

Leave a Reply