Intip Cara Hitung Gaji Karyawan Tetap dan Tidak Tetap Ini!

Sebelum membahas bagaimana kalkulasi gaji karyawan tetap dan tidak tetap, ada baiknya kita pahami dulu apa perbedaan keduanya. Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 100/MEN/IV.2004, PKWT adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan perusahaan untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerja tertentu. Sedangkan, PKWTT adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan perusahaan untuk mengadakan hubungan kerja yang bersifat tetap.

Dari penjelasan di atas, maka karyawan dapat dibagi menjadi dua, yaitu Karyawan Tetap dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) dan Karyawan Kontrak atau Tidak Tetap dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). 

Karyawan tetap tidak memiliki batasan waktu dalam bekerja. Ia biasanya bekerja hingga usia pensiun atau meninggal dunia. Umumnya masa percobaan atau probation diberlakukan bagi karyawan tetap selama tiga bulan. Jika karyawan lulus melewati masa probation, maka ia diangkat menjadi karyawan tetap. Apabila terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), maka proses ini harus melalui Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (LPPHI) dan perusahaan wajib membayar pesangon.

Lalu bagaimana cara penghitung gaji karyawan tetap? Berikut contohnya.

Alex adalah karyawan PT. Siap Tempur yang telah menikah dan memiliki satu anak laki-laki. Upah bulanan yang Alex terima adalah Rp. 20.000.000. Bagaimana menghitung gaji bersih yang diterima Alex tiap bulannya?

Gaji Alex sebulan                                                                      : Rp. 20.000.000

Pengurangan dari biaya jabatan = 5% x Rp. 20.000.000              : Rp. (1.000.000)

Gaji bersih Alex dalam sebulan                                                  : Rp. 19.000.000

Gaji bersih Alex dalam setahun = 12 x Rp. 19.000.000                : Rp. 228.000.000

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)                                       : Rp. (63.000.000)

Penghasilan Kena Pajak (PKP)                                                  : Rp. 165.000.000

PPh 21 Terutang = 5% x Rp. 165.000.000                                  : Rp. 8.250.000

PPh 21 per bulan = Rp. 8.250.000/12                                         : Rp. 687.500

Gaji Alex yang harus dibayar = Rp. 20.000.000-Rp.687.500         : Rp. 19.312.500

Lain halnya dengan karyawan tetap, masa kerja karyawan tidak tetap dibatasi oleh waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu. Dalam hal PHK, tidak ada kewajiban perusahaan untuk memberikan pesangon, karena pada dasarnya masa kerja adalah sesuai dengan yang tertera pada perjanjian (termin waktu berlangsungnya suatu pekerjaan tertentu). Selain itu tidak ada masa probation, meskipun perusahaan dapat menanyakan CV atau portfolio kandidat sebagai bagian dari seleksi karyawan tidak tetap.

Berikut ini adalah gambaran perhitungan gaji karyawan tidak tetap bulanan.

Anto adalah karyawan tidak tetap di PT. Siap Tempur. Anto berstatus belum menikah dan memiliki upah bulanan Rp. 5.000.000. Bagaimana menghitung gaji bersih yang Anto terima tiap bulannya?

Gaji Anto sebulan                                                                      : Rp. 5.000.000

Gaji Anto dalam setahun = 12 x Rp. 5.000.000                            : Rp. 60.000.000

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)                                       : Rp. (54.000.000)

Penghasilan Kena Pajak (PKP)                                                  : Rp. 6.000.000

PPh 21 Terutang = 5% x Rp. 6.000.000                                      : Rp. 300.000

PPh 21 per bulan = Rp. 300.000/12                                            : Rp. 25.000

Gaji Anto yang harus dibayar = Rp. 5.000.000-Rp.25.000            : Rp. 4.975.000

Dilihat dari pemaparan di atas, maka perbedaan perhitungan gaji karyawan tetap dan karyawan tidak tetap terletak pada potongan biaya jabatan. Adapun mengenai PTKP, hal ini sudah ditetapkan oleh pemerintah. Pemerintah juga tidak memberlakukan pajak bagi penghasilan di bawah Rp. 4.500.000.

Caption 1:

Tahukah Anda, dibalik kemudahannya, ada 7 kelemahan spreadsheet yang bisa merugikan perusahaan?

Human error: Jika hal ini terjadi berulang kali, hal ini bisa merugikan perusahaan.

Penyalahgunaan wewenang: Tidak selalu ada jaminan bahwa karyawan yang memegang kendali spreadsheet payroll memiliki integritas.

Proses konsolidasi: Konsolidasi gaji adalah proses yang kompleks. Seringkali pemakaian spreadsheet tidak mendukung proses ini menjadi lebih mudah. 

Ukuran file: Tergantung pada perangkat komputer yang digunakan, pemrosesan data payroll pada spreadsheet bisa menjadi proses yang beresiko data crash.

Resiko virus: Apabila spreadsheet terkena virus, ada kemungkinan file tidak dapat dibuka.

Kerancuan master file: Jika tidak teliti, kerancuan master file rentan terjadi pada spreadsheet.

Inefisiensi: Inefiesiensi ini bukan hanya dalam hal waktu, tetapi juga tenaga dan pikiran.

Caption 2:

5 Aplikasi Payroll Gratis Paling Terkini

Open Miracle: Open miracle menghitung dan membuat slip gaji. Anda harus mendownload Microsoft SQL Server terlebih dahulu untuk menggunakannya.

HRTrack: HRTrack hanya mampu menghitung gaji karyawan tak lebih dari sepuluh orang. HRTrack terintegrasi dengan Microsoft Outlook dan hanya bisa diaplikasikan lewat desktop.

Wave: Wave memiliki fitur setor langsung dan banyak digunakan oleh freelancer. 

HR.my: Fitur dasar dilengkapi oleh perhitungan tunjangan dan sisa cuti karyawan.

Dotx.Payroll: Aplikasi ini dapat diakses dari desktop maupun smartphone. Dotx.Payroll menghitung dan menyetor gaji ke e-wallet karyawan. Karyawan dapat gajinya via ATM bank mitra Dotx.Payroll. Perhitungan pajak dan BPJS pun dapat dilakukan oleh software ini.

Caption 3:

Karyawan tetap tidak memiliki batasan waktu dalam bekerja. Ia biasanya bekerja hingga usia pensiun atau meninggal dunia. Umumnya masa percobaan atau probation diberlakukan bagi karyawan tetap selama tiga bulan. Jika karyawan lulus melewati masa probation, maka ia diangkat menjadi karyawan tetap. Apabila terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), maka perusahaan wajib membayar pesangon.

Lain halnya dengan karyawan tetap, masa kerja karyawan tidak tetap dibatasi oleh waktu. Dalam hal PHK, tidak ada kewajiban perusahaan untuk memberikan pesangon. Selain itu tidak ada masa probation.

Perbedaan perhitungan gaji kedua tipe karyawan ini terletak pada potongan biaya jabatan yang berlaku pada karyawan tetap dan tidak berlaku pada karyawan tidak tetap.

Leave a Reply